Tiga Golongan Ilmu Metafisik/Ghoib
Ketiga golongan tsb adalah :
1. Tenaga metafisik hitam murni. Merupakan suatu jenis tenaga metafisik yang
didalam mendapatkannya dengan cara-cara yang sesat. Misalnya harus meminum
darah bayi setiap bulan sekali sampai ilmunya sempurna, harus juga meminum
darah perawan sebanyak yang telah ditentukan, dan lain sebagainya yang sifatnya
sesat serta dikutuk oleh seluruh agama.
2. Tenaga metafisik golongan hitam berselubung putih. Yaitu
suatu jenis tenaga metafisik yang didalam mendapatkannya melalui jalan yang
kelihatannya baik, tetapi menjurus kepada bid’ah
atau syirik. Tenaga metafisik
semacam ini biasanya menggunakan mantera-mantera keagamaan atau syarat-syarat
yang sifatnya ritual. Misalnya dengan berpuasa kepada ayat-ayat suci Al-Qur’an
dengan niat untuk mendapatkan ilmu, wirid-wirid yang mengada-ada,
mantera-mantera dalam bahasa arab atau bahasa agama yang dianutnya, dan lain
sebagainya seperti yang sudah dijelaskan dalam point penjelasan tenaga
metafisik bantuan jin. (dalam islam jika ada ibadah dengan niat selain untuk mendapat ridlo Allah, ibadah itu gagal)
3. Tenaga metafisik golongan putih. Yaitu
suatu jenis tenaga metafisik yang diberikan atau diturunkan langsung oleh Allah
SWT tanpa perantaraan dan syarat-syarat tertentu. Tenaga metafisik tersebut
bila diturunkan kepada Nabiyullah disebut mu’jizat, bila kepada wali atau
penyebar agama Islam disebut karamah dan bila kepada manusia biasa disebut
ma’unah, ada juga yang menyebut ma’unah sebagai ilmu laduni. Tenaga metafisik
jenis ini bisa diturunkan kepada orang lain tetapi pertanggungjawabannya di
akhirat nanti sangatlah berat. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Shaad mengenai mu’jizat yang diberikan
Allah SWT kepada Nabi Sulaiman as yang artinya :
“Lalu
Kami tundukkan angin kencang untuk dia, angin mana saja dapat berhembus ke mana
saja menurut kemauannya. Dan Kami tundukkan pula untuk dia syetan-syetan,
semuanya ahli bangunan dan penyelam. Dan syetan-syetan yang lain yang
membangkang bersama-sama diikat dengan belenggu. Inilah tiga ni’mat utama yang
Kami karuniakan kepadamu, boleh engkau berikan kepada orang lain atau engkau
tahan untuk dinikmati sendiri tanpa pertanggungjawabannya.” (QS Shaad : 36-39)
Jadi
sudah jelas bahwa tenaga metafisik yang diturunkan oleh Allah SWT dapat
diturunkan kepada orang lain, tetapi pertanggungjawabannya di akhirat kelak
akan sangat berat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar