Minggu, 25 Maret 2012

TM Melalui wirid - wirid


TM Melalui  wirid - wirid
      Biasanya wirid-wirid tersebut diambil dari Asmaul Husna atau sembilan puluh sembilan nama-nama Allah SWT. Di beberapa peguruan, sebelum si murid mengamalkan wirid, biasanya si murid tersebut diisi oleh sang guru, tetapi ada juga yang tidak, tergantung peguruannya. Wirid tersebut dibacakan pada waktu-waktu tertentu misalnya setelah shalat lima waktu, ada juga yang sehabis shalat subuh dan maghrib dan ada yang tengah malam, tergantung dari ilmu yang dianutnya. Pembacaan wirid apabila niat karena mencari ridha Allah SWT sangatlah bagus, terutama untuk mendekatkan diri pada Allah SWT. Tetapi apabila tujuannya sudah menyeleweng karena ilmu, itu sudah tidak benar, sebagaimana firman Allah SWT :

“Dan bagi Allah nama-nama yang baik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan nama-nama yang baik itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dalam (menyebut) nama-nama-Nya, kelak mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS Al-A’raf:182).
Lalu dalam hadits, yang artinya :
“Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah saw bersabda: Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu, siapa yang meresapi dan mengenal semuanya pasti masuk surga.” (H.R Bukhari Muslim).
        Dilain riwayat, yang artinya :
…dan Dia witir (ganjil)  suka kepada yang witir.” (H.R Bukhari-Muslim)
        Sebetulnya Rasulullah SAW sendiri tidak pernah memberi contoh melakukan wirid-wirid yang banyak untuk mendapatkan kedigjayaan, sedangkan sekarang banyak diantara saudara-saudara kita yang se-aqidah yang melakukan wirid-wirid yang berlebihan untuk mendapatkan kedigjayaan. Di dalam Islam yang namanya mempengaruhi urusan agama dengan salah, apalagi melebih-lebihkan atau bid’ah, itu adalah sesat. Hal ini dikatakan dalam hadits, yang artinya :
        Dari Aisyah r.a. Rasulullah SAW bersabda :
Barang siapa yang mempengaruhi urusan agama kami tiada dasar daripadanya, maka tertolaklah urusan itu.” (H.R Bukhari-Muslim)
        Dari Jabir r.a. :
Rasulullah SAW ketika menyampaikan khutbahnya, merahlah matanya dan keraslah suaranya, terlihat berapi-api seperti akan berperang melawan musuh. Sabdanya : Kedatanganku sebagai utusan di dunia ini pada zaman akhir mendekati kiamat, seperti dekatnya jari telunjuk dan jari tengah. Sabdanya pula : Selanjutnya, sungguh sebaik-baiknya firman adalah kitab Allah dan sebaik-baiknya petunjuk adalah Islam petunjuk Nabi Muhamad SAW, sedang memperbaharui agama adalah seburuk-buruknya perkara, dan setiap bid’ah adalah sesat. Lalu sabdanya : Aku adalah pengurus setiap mukmin, setiap meninggalkan harta serahkan pada keluarganya, siapa yang meninggalkan hutang atau keluarga lama maka serahkan kepadaku sebagai pengurus dan penanggungnya. ” (H.R Bukhari-Muslim)

      Jadi di sini jelas, bahwa yang namanya bid‘ah atau melebih-lebihkan urusan agama adalah sesat. Apalagi kalau sudah bid’ah, kemudian melakukan amalan tersebut bukan karena Allah SWT, maka orang tersebut akan rugi dua kali. Memang dia mendapatkan kedigjayaan, tetapi itu adalah bantuan jin yang menyesatkan.

KALO MAU WIRID, YA WIRID AJA. GAK USAH ADA TUJUAN BUAT INI ITU, JUST FOR ALLAH. . . .n_n

2 komentar:

  1. waahh .. ada pencerahan .. kalau mau wirid wirid ajja tanpa niat lain .. kalau td/tm barometer nya apa ? salam kenal

    BalasHapus
  2. bisa di lihat di postingan lain http://innerpower-metaphysical.blogspot.com/2012/03/perbedaan-dan-perbandingan-antara.html
    untuk perbedaannya

    BalasHapus