Tenaga
Metafisik Bantuan Jin
Merupakan suatu jenis tenaga metafisik
dimana kekuatannya menggunakan bantuan jin sebagai sarana. Cara mendapatkan
tenaga metafisik semacam ini biasanya melalui syarat-syarat tertentu. Berat
ringannya syarat tersebut tergantung pada ilmu yang akan dianutnya. Ilmu yang
tinggi biasanya syaratnya berat, dan ilmu yang rendah syaratnya ringan-ringan
saja. Syarat-syarat untuk mendapatkan kekuatan metafisik semacam ini ada
beberapa jenis. Berikut ini hanya dijelaskan yang intinya saja, antara lain :
a. Bertapa
Yaitu suatu cara mendapatkan kekuatan
metafisik dengan jalan berdiam diri di suatu tempat dan biasanya tempat tersebut jarang didatangi
orang atau ditempat-tempat yang angker, dengan sikap duduk tertentu, selama target
waktu tertentu sesuai dari ilmu yang dikehendakinya, tidak makan dan tidak
minum selama melakukan tapa tersebut. Jadi bisa anda bayangkan, betapa beratnya
syarat-syarat tersebut apabila kita pikirkan. Namun pada kenyataannya ada yang
bertapa sampai 40 hari atau bahkan berbulan-bulan. Memang orang yang bertapa
kondisi tubuhnya dibantu oleh jin-jin yang akan merasuknya, sehingga menjadi
kuat dan tahan terhadap cuaca, meskipun orang itu tidak makan dan minum dengan
sikap duduk tidak berubah. Makanya orang yang bertapa itu, meskipun melakukan
tapa selama berbulan-bulan, kondisi tubuhnya tidak berubah dan tidak rusak.
Badannya masih tetap seperti waktu pertama kali dia mengurai sikap untuk
bertapa.
Bertapa itu bukan ajaran Islam dan boleh dikatakan itu adalah ajaran yang
salah, sebab orang yang bertapa tidak shalat dan cenderung menyiksa diri,
sedangkan Islam tidak mengajarkan penyiksaan diri. Memang orang itu akan
memiliki kekuatan metafisik yang hebat, tetapi itu hanyalah di dunia, sedangkan
diakhirat ia akan ditempatkan di neraka bahkan meninggalnya susah.
b. Berpuasa
Merupakan satu jenis syarat untuk
mendapatkan tenaga metafisik dengan jalan tidak melakukan sesuatu yang telah
ditentukan, dalam waktu tertentu pula, sesuai dengan ilmu yang diinginkanya.
Biasanya ada mantera-mantera tertentu yang harus dipuasainya. Mantera itu bisa
dalam bahasa Arab maupun dalam bahasa daerah. Kadang-kadang salah satu potongan
ayat suci Al-Quran yang dipuasainya, dengan tujuan untuk mendapatkan
kedigjayaan atau tujuan lain di dalam menambah kesuksesan hidupnya. Puasa itu sendiri ada beberapa bentuk, antara lain
:
Puasa biasa
Yaitu
suatu bentuk puasa di mana orang yang melakukannya tidak makan dan tidak minum
dari shubuh sampai maghrib. Puasa di sini bukan karena Allah SWT tetapi karena
ilmu. Orang yang berpuasa karena ilmu tidak akan mendapatkan ganjaran apa-apa
disisi Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang artinya:
Abu
Hurairah r.a berkata : Rasulullah SAW bersabda : Allah Ta’ala berfirman : “Semua
perbuatan anak Adam untuknya, kecuali puasa maka itu untuk-Ku dan Aku sendiri
yang akan membalasnya ,…” (H.R.
Bukhari-Muslim).
Dari Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah
saw bersabda: Allah berfirman: “Aku
paling kaya dari segala sekutu untuk disekutukan, oleh sebab itu barang siapa
melakukan suatu amalan yang disekutukan pada orang lain,, maka kubiarkan dia
bersama sekutunya.” (H.R. Muslim).
Dilain riwayat disebutkan pula, yang artinya
:
Dari
Abdullah bin Mas’ud r.a berkata: “Saya tanya kepada Nabi saw apakah dosa terbesar
di sisi Allah SWT? Jawab Nabi saw : “Jika Anda mengadakan sekutu bagi Allah
padahal Dialah yang menjadikan anda …..”
(H.R. Bukhari-Muslim).
Jadi jelaslah disini bahwa puasa yang tidak
karena Allah SWT, hanya akan mendapatkan siksa di akhirat kelak. Di dunia boleh
digjaya, meskipun akan kalah kalau menghadapi orang yang memiliki ilmu yang di
turunkan oleh Allah SWT, dan diakhirat
neraka baginya. Puasa seperti ini banyak sekali dilakukan oleh orang-orang
jaman sekarang, sebab untuk melakukan syarat yang lebih berat, kebanyakan orang tidak kuat karena jamannya
sudah lain.
Puasa mutih
Yaitu sejenis puasa pantang makan makanan
lain selain nasi putih dan air putih. Puasa ini banyak dilakukan orang-orang
jaman sekarang, dan batasan waktunya tergantung oleh ilmu yang akan di
dimilikinya. Kadang-kadang ada juga yang dicampur dengan puasa biasa. Jadi,
waktu makan maghrib buka dengan menu nasi putih dan air putih.
Puasa pati
geni
Yaitu suatu jenis puasa di mana orang yang
melakukannya diharuskan diam di suatu tempat tertutup dan tidak boleh kena
cahaya matahari, tidak boleh makan dan minum selama waktu yang telah
ditentukan. Ini namanya menyiksa diri , yang jelas-jelas bukan ajaran islam.
Puasa
bicara
Yaitu puasa di mana orang yang melakukannya
tidak boleh bicara sepatah katapun
selama waktu yang ditentukan.
Puasa
pantang makan yang berjiwa
(hewan/daging-red)
Puasa semacam ini bagus sekali untuk program
diet, terutama bagi anda yang kelebihan lemak. Jadi sebaiknya puasa semacam ini
jangan karena ilmu, tetapi kalau untuk mengatasi masalah berat badan tidak
apa-apa.
Puasa niis
Orang yang melakukan puasa ini
tidak boleh memakan makanan yang mengandung garam dalam waktu tertentu. Bagus
untuk orang yang mempunyai tekanan darah tinggi, asal melakukannya jangan karena
ilmu. Sebetulnya masih banyak bentuk-bentuk puasa yang lainnya. Tetapi hanya
merupakan pengembangan dari bentuk puasa yang telah dijelaskan di atas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar