TM Melalui wirid - wirid
Biasanya wirid-wirid tersebut
diambil dari Asmaul Husna atau sembilan puluh sembilan nama-nama Allah SWT. Di
beberapa peguruan, sebelum si murid mengamalkan wirid, biasanya si murid
tersebut diisi oleh sang guru, tetapi ada juga yang tidak, tergantung
peguruannya. Wirid tersebut dibacakan pada waktu-waktu tertentu misalnya setelah
shalat lima
waktu, ada juga yang sehabis shalat subuh dan maghrib dan ada yang tengah
malam, tergantung dari ilmu yang dianutnya. Pembacaan wirid apabila niat
karena mencari ridha Allah SWT sangatlah bagus, terutama untuk mendekatkan
diri pada Allah SWT. Tetapi apabila tujuannya sudah menyeleweng karena ilmu,
itu sudah tidak benar, sebagaimana firman Allah SWT :
“Dan
bagi Allah nama-nama yang baik, maka bermohonlah kepada-Nya dengan nama-nama
yang baik itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dalam (menyebut)
nama-nama-Nya, kelak mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka
kerjakan.” (QS
Al-A’raf:182).
Lalu dalam
hadits, yang artinya :
“Abu
Hurairah r.a berkata: Rasulullah saw bersabda: Allah mempunyai sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu,
siapa yang meresapi dan mengenal semuanya pasti masuk surga.” (H.R Bukhari
Muslim).
Dilain riwayat, yang artinya :
“…dan Dia witir (ganjil) suka kepada yang witir.” (H.R
Bukhari-Muslim)
Sebetulnya Rasulullah SAW sendiri tidak
pernah memberi contoh melakukan wirid-wirid yang banyak untuk mendapatkan
kedigjayaan, sedangkan sekarang banyak diantara saudara-saudara kita yang
se-aqidah yang melakukan wirid-wirid yang berlebihan untuk mendapatkan
kedigjayaan. Di dalam Islam yang namanya mempengaruhi urusan agama dengan
salah, apalagi melebih-lebihkan atau bid’ah, itu adalah sesat. Hal ini
dikatakan dalam hadits, yang artinya :
Dari Aisyah r.a. Rasulullah SAW bersabda
:
“Barang siapa yang mempengaruhi urusan agama
kami tiada dasar daripadanya, maka tertolaklah urusan itu.” (H.R
Bukhari-Muslim)
Dari Jabir r.a. :
“Rasulullah SAW ketika menyampaikan
khutbahnya, merahlah matanya dan keraslah suaranya, terlihat berapi-api seperti
akan berperang melawan musuh. Sabdanya : Kedatanganku sebagai utusan di dunia
ini pada zaman akhir mendekati kiamat, seperti dekatnya jari telunjuk dan jari
tengah. Sabdanya pula : Selanjutnya, sungguh sebaik-baiknya firman adalah kitab
Allah dan sebaik-baiknya petunjuk adalah Islam petunjuk Nabi Muhamad SAW, sedang
memperbaharui agama adalah seburuk-buruknya perkara, dan setiap bid’ah adalah
sesat. Lalu sabdanya : Aku adalah pengurus setiap mukmin, setiap meninggalkan
harta serahkan pada keluarganya, siapa yang meninggalkan hutang atau keluarga
lama maka serahkan kepadaku sebagai pengurus dan penanggungnya. ” (H.R
Bukhari-Muslim)
KALO MAU WIRID, YA WIRID AJA. GAK USAH ADA TUJUAN BUAT INI ITU, JUST FOR ALLAH. . . .n_n
waahh .. ada pencerahan .. kalau mau wirid wirid ajja tanpa niat lain .. kalau td/tm barometer nya apa ? salam kenal
BalasHapusbisa di lihat di postingan lain http://innerpower-metaphysical.blogspot.com/2012/03/perbedaan-dan-perbandingan-antara.html
BalasHapusuntuk perbedaannya